SEKILAS TULISAN BAHASA ALAY

Oleh: DAYU SUDARSANI*

Istilah alay mulai ngetrend sejak sekitar tahun 2000an. Ada yang mengatakan bahwa alay merupakan singkatan dari anak layangan, ada pula yang menyebutkan dari kata anak lebay. Alay-nya seseorang dapat terlihat dari beberapa hal, misalnya dari penampilan dengan style tertentu, cara berpose saat berfoto, dan dari gaya bahasa yang sering digunakan pada penulisan SMS, Facebook, Twitter, dll, sehingga sering disebut dengan bahasa alay.

Contoh dari tulisan bahasa alay:

  1. “cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……” (“Sayang, kamu tuh sakitnya”).
  2. ”Eea smaa. smaa . . mapt lahirr batind ea cuu ? Heu .” (“Iya, sama-sama, maaf lahir batin ya, Cu”).
  3. “Ahir’y msuup ckulla agiw . . . kungeund qliant qauwant .tvih pkl brakhir ump . . smangadhhhttt .” (“Akhirnya masuk sekolah lagi, kangen kalian kawan, tapi PKL berakhir, semangat”).
  4. “Vvmz.. ..renE ba9! RapOrt utZ.. B9a!mna has!L Na ya9h.. .. tQodh jVjaa.. .. Mo9a m’mVaz khan,,am!enn.. ,, “ (“Hmmm, hari ini bagi rapot euy, bagaimana hasilnya ya, takut juga, semoga memuaskan, amien”).
  5. “QoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo… “ (“Aku terus-terusan buat tetap kekeh sayang kamu”).

Secara teknis penulisan, terdapat beberapa cara untuk membuat tulisan alay, diantaranya adalah: a). Menulis kalimat dengan mencampuradukkan antara bahasa asing dengan bahasa Indonesia, contohnya: aq agy dHuMz yang maksudnya aku lagi di rumah, untuk kata Rumah menjadi (yaitu Home dalam bahasa Inggris); b). Kata-kata bahasa Indonesia yang digunakan divariasikan hurufnya. Misalnya, yang paling umum, mengganti huruf “k” menjadi “q” dalam kata “aku” menjadi “aqu”, huruf “t” menjadi “d” atau “dh” seperti dalam “ingat” menjadi “ingadh”; c). Pengulangan huruf dalam satu kata berulang-ulang tanpa pemaknaan berarti dan menambahkan huruf lagi di belakangnya. Misalnya menulis “dalam” dengan “dalemmb” atau menulis “jalan” dengan “jallanndt; d). Penulisan dengan cara pencampuran huruf besar, huruf kecil, terkadang dengan angka serta simbol-simbol (http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/).

Setiap kata-kata di dalam bahasa Indonesia yang dipergunakan dan dikreasi sedemikian rupa oleh komunitas alay, dengan mengganti huruf dengan simbol-simbol atau angka yang bila dilihat lebih seksama, sesungguhnya memiliki bentuk yang menyerupai huruf awal yang diganti. Misalnya saja huruf “A” diganti dengan pemakaian tanda ‘@’ atau angka 4 dan juga huruf “S” diganti dengan pemakaian simbol ‘$’ atau angka 5, dan sebagainya. Namun di dalam pembacaan kalimat, tetap sesuai dengan huruf yang dimaksud.

Kata yang dipergunakan bahasa alay menunjukkan kreativitas dari kombinasi huruf, angka dan symbol. Di dalam beberapa bahasa alay, apa yang tertulis terkadang tidak sesuai dengan apa yang dibaca. Misalnya kata rumah yang dalam bahasa Inggris adalah “home” sedangkan bahasa alay menggantinya dengan tulisan uMzz, humPzz, dsb. Sehingga, apa yang dilafalkan seperti itulah yang ditulis.

Tulisan-tulisan tersebut memperlihatkan sesuatu yang dibuat se-real mungkin. Dari kata tersebut akan terlihat penggunaannya dalam serangkaian kalimat. Walau terlihat agak berlebih-lebihan, namun seolah-olah pembaca dapat membayangkan ekspresi atau penekanan aksen kata-kata serta atau kalimat tersebut bila diucapkan. Misalnya penulisan kata kamu, dalam bahasa alay tertulis : kamuh, kammo, kamoh, kamuwh, qmuwhhhh, kamyu, qamu, qmoh, qmowh, qmu, kow, kauu, dsb.

Di dalam setiap susunan kata, terkadang terdapat huruf yang ditambahkan secara berlebihan. Mungkin di sini pula letak keanehan bahasa alay dibandingkan bahasa pada umumnya. Memang tidak sedikit orang yang tidak menyukai bahasa alay karena cenderung rumit dan melebih-lebihkan. Namun, bila dilihat dari sisi positifnya, komunitas ini memiliki kreatifitasnya sendiri dengan mengkombinasikan susunan huruf. Di dalam membaca tulisan tersebut juga diperlukan suatu penghayatan tersendiri yang mungkin tidak semua orang mengerti mengapa segalanya cenderung dibuat sedemikian rumit. Tapi dari kalimat tersebut justru mempertegas ciri dari anak lebay, yaitu berlebihan.

Wittgenstein (II) menyatakan bahwa dalam memecahkan persoalan filsafat, analisa bahasa berfungsi sebagai metode netral yang memaparkan apa yang ada dengan menyusun kembali apa yang telah diketahui serta bertitik tolak pada penggunaan bahasa sehari-hari, dengan meneliti dan membedakan aturan-aturan dalam permainan bahasa (Mustanzir, 1987). Menurut Wittgenstein, makna sebuah kata adalah tergantung penggunaannya dalam suatu kalimat. Makna kalimat adalah tergantung penggunaannya dalam bahasa. Sedangkan makna bahasa adalah tergantung penggunaannya dalam hidup (Kaelan, 2009: 127).

Penggunaan bahasa alay memperlihatkan kehidupan dari komunitas alay, dan perlu diperhatikan ruang lingkup penggunaannya. Pemaknaan kehidupan komunitas alay terlihat dari ruang lingkup penggunaannya. Selama ini bahasa alay hanya digunakan oleh komunitas bersangkutan pada penulisan sms, blog pribadi, situs jejaring sosial. Mungkin saja kekacauan akan terjadi apabila bahasa alay dipergunakan dalam penulisan karya ilmiah, tugas sekolah ataupun dalam percakapan di lingkup sekolah dengan guru-guru. Sehingga dapat terlihat bahwa selain memiliki ciri khas yang agak berlebihan, komunitas alay merupakan komunitas yang aktif dalam berteknologi baik dengan handphone (BB, android, dll), jejaring social (Facebook, Twitter, dll).***

*Alumni jurusan Filsafat pada Insitut Hindu Dharma Negeri (IHDN), Denpasar

DAFTAR PUSTAKA:

Kaelan, H. 2009. Filsafat Bahasa Semiotika dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma

Mustansyir, Rizal. 1987. Filsafat Analitik. Jakarta : Rajawali Pers

http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/

5 responses to “SEKILAS TULISAN BAHASA ALAY

  1. wah ini memang masternya Alay,😀 Good Work!

  2. kecanggihan teknologi yang menyediakan fasilitas menulis singkat serta update dan comment status pada media jejaring sosial yang membuat penggunanya dapat secara bebas untuk berkreasi dalam kata-kata.

    tapi ada yang saya pikirkan kemudian apakah fenomena bahasa alay dapat menjadi salah satu gambaran mengenai tren hidup manusia kekinian yang menginginkan sesuatu yang singkat dan bebas berekspresi???

  3. kecanggihan teknologi yang menyediakan fasilitas menulis singkat serta update dan comment status pada media jejaring sosial yang membuat penggunanya dapat secara bebas untuk berkreasi dalam kata-kata.

    yang saya pikirkan kemudian apakah fenomena bahasa alay dapat menjadi salah satu gambaran mengenai tren hidup manusia kekinian yang menginginkan sesuatu yang singkat dan bebas berekspresi???

  4. mantap gan perkembangan teknologi sekarang, , klw kita gak ikuti bisa ketinggalan kereta , Aerith

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s